Senin, 14 Februari 2011

Mempersiapkan Anak Masuk Sekolah


Mempersiapkan Anak Masuk Sekolah
Agustus 2005

Tahun ajaran baru selalu menyibukkan para orang tua. Selain mencari sekolah yang dianggap baik, menyesuaikan biaya yang semakin mahal, juga tak ketinggalan harus mempersaipkan kemampuan anak.

Tahun ajaran baru selalu menyibukkan para orang tua. Selain mencari sekolah yang dianggap baik, menyesuaikan biaya yang semakin mahal, juga tak ketinggalan harus mempersaipkan kemampuan anak. Kemampuan anak ini dinilai sangat penting, karena kini di Taman Kanak Kanak (TK) pun ada beberapa yang melakukan tes masuk untuk calon muridnya, bahkan tidak jarang play group memberikan tugas rumah (PR) bagi murid-muridnya agar kelak siap memasuki taman kanak-kanak. Sebagian orang tua menganggap hal tersebut merupakan aturan yang berlebihan, sebagian menganggap biasa.

Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan “anak sudah siap bersekolah”? Maksudnya ialah jika orang tua mengetahui kemampuan apa yang harus dimiliki anak sebelum masuk sekolah tentunya hal tersebut akan membantu setiap orang tua untuk mempersiapkan dan dapat mengamati sendiri anaknya apakah ia sudah siap untuk selolah.

Pada saat anak mulai memasuki bangku sekolah dengan keadaan siap untuk belajar, mereka lebih mudah untuk berhasil mengikuti pelajaran di sekolah. Di Amerika, guru-guru TK melaporkan sedikitnya setengah anak didiknya mempunyai masalah pada saat memulai pendidikan, termasuk di dalamnya kesulitan mengikuti perintah, rendahnya kemampuan akademik, dan atau kesulitan beraktivitas secara mandiri.

Masa sebelum sekolah merupakan periode sampai usia 5 tahun (balita). Mereka merupakan generasi penerus bangsa yang perlu perhatian, karena awal kehidupan merupakan masa yang sangat peka terhadap lingkungan. Berbeda dengan otak orang dewasa, otak balita lebih plastis. Plastisitas otak ini mempunyai sisi positif dan negatif. Sisi positifnya, otak balita lebih terbuka untuk belajar dan diperkaya. Sedangkan sisi negatifnya, otak balita lebih peka terhadap lingkungan, terutama lingkungan yang tidak mendukung, termasuk kemiskinan dan stimulasi yang kurang. Sehingga masa ini disebut juga sebagai masa keemasan (golden period), jendela kesempatan (window of oppoturnity), atau masa kritis (critical period). Berhubung masa ini tidak berlangsung lama, maka anak harus mendapat perhatian yang serius pada awal kehidupannya, yaitu gizi yang baik, stimulasi yang memadai, mengeliminasi faktor-faktor lingkungan yang dapat mengganggu tumbuh, juga deteksi dini terhadap penyimpangan tumbuh kembang.

Tutorial lengkap download disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar